A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

Tikar Media bool(false)
Pencarian Spesifik
Judul
Kreator
Tahun Terbit
 

GODLOB


Penulis : Tikar Publishing
Tahun Rilis : 2011
Harga : IDR 65,000.00
Facebook Twitter Google
Membaca kumpulan cerpen yang ditulisnya dalam kurun waktu 1967-1974, akan mengundang konflik besar dalam diri kita. Pikiran dan kalbu seperti sengaja dibentur-benturkan kepada "realitas" baru, alam surealis, yang di dalamnya terkandung berbagai macam nilai yang harus dimaknai oleh setiap individu. Rintrik yang buta, seorang nenek tua penggali kubur, memiliki cermin-cermin pesona yang bebas dilihat oleh siapa pun melalui kacamata pengalamannya masing-masing. Adegan Abimanyu yang gugur di medan Kurusetra begitu dramatis sekaligus parodis. Rasa miris, geli, dan haru akan muncul ketika kita mendampingi si Bunting gembel yang cuma bisa makan kembang-kembang di taman karena kehabisan makanan di tong sampah. Begitu pula Hamlet, yang diperankan oleh Rutras si pemimpin kelompok sandiwara yang frustasi.
 
Bagi banyak kalangan, dalam dunia sastra Indonesia, Danarto adalah pencetus genre 'realisme magis', sedangkan sebagian khalayak lain menyebutnya sebagai penggerak sastra sufi di tanah air. Karyanya selalu lekat dengan persoalan hidup manusia dalam berbagai alam: alam roh, alam rahim, alam dunia, dan alam akhirat, yang selalu ia hadirkan saling berjalinan dengan nakal, bahkan vulgar, namun cerdas.
 
Burton Raffel, seorang pengamat sastra Indonesia dari Amerika, pada tahun 1980 menilai kualitas cerpen-cerpen Danarto melebihi cerpen-cerpen terbaik di Eropa maupun Amerika di masanya. Pernyataan itu terbukti dengan banyaknya karya pria ini yang diangkat ke dalam media seni lain seperti seni tari, rupa, dan teater. Kepekaan visual Danarto, yang juga dikenal sebagai pelukis, tertuangkan dalam tulisannya, sehingga ketika membaca cerpennya, ruang imajinasi kita selalu terpuaskan dengan deskripsi suasana yang terbangun kokoh mengelilingi sang pelaku yang berkisah.
 
Amat disayangkan ketika kami mengetahui bahwa buku Godlob yang istimewa ini, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Harry Aveling di Australia dengan judul Adacadabra, telah sekian lama tak lagi beredar di toko buku. Karena itu, Yayasan Tikar Media Budaya Nusantara melalui Tikar Publishing, menerbitkannya lagi agar buku ini hadir kembali. Misi Tikar adalah mendokumentasikan dan mengungkap keberadaan budaya di tanah air. Kami tidak menganggap adanya satu budaya yang lebih tinggi ataupun rendah dari yang lain, karena setiap budi dan daya manusia mengandung nilai kearifan masing-masing. Tulisan Danarto dalam Godlob memiliki nafas yang sama, tapi dengan kejelian dan keindahannya yang khusus dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut. Buku ini memperlihatkan seribu wajah "kebenaran" sebagai buah dari pengembaraan imajinasi dan kebebasan nalar, yang mampu mengekstrak kemurnian berpikir dan ketulusan merenung.
 
Semoga penerbitan-ulang buku ini bermanfaat, menjumpai pembaca lebih banyak, dan bisa mnyumbang pada upaya menjadikan dunia yang lebih terang, horizon yang lebih luas, dan gerakan kemanusiaan yang lebih jernih.
GODLOB

Lihat

Perayaan Kematian Liu Sie

Lihat

Salju & Nyayian Bunga Mei

Lihat