Semua Arsip
 
Pencarian Spesifik
Judul
Kreator
 

Ensiklopedia


A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Jumlah :24 Tulisan

Topeng Kupu Tarung

Sebenarnya Kupu Tarung tergolong ke dalam bentuk pertunjukan topeng hajatan. Perbedaannya bukan terletak pada struktur penyajiannya, akan tetapi pada jumlah rombongan yang ditampilkan. Dalam pertunjukan Kupu Tarung, rombongan topeng yang ditampilkan adalah dua, atau lebih, sedangkan dalam topeng hajatan hanya satu. ...  more

Tarawangsa - Pertunjukan

Tarawangsa tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat, antara lain di Rancakalong-Sumedang, Cibalong dan Cipatujah-Tasikmalaya, Banjaran-Bandung, Tanjung Siang-Subang, pada umumnya difungsikan untuk berbagai media upacara adat tradisional (ngalaksa, bubur sura, mapag sri), dan untuk berbagai hiburan (khitanan, perkawinan, perayaan kenegaraan, dan lain-lain). ...  more

Tayub - Tari

Tari Tayub atau Ibing Tayub, termasuk sejenis tari pergaulan. Di luar pendopo, kesenian ini disebut pesta (fiesta). Pada mulanya tarian ini hidup di kalangan menak pada masa feodal sekitar tahun 1900-an. Oleh sebab itu tarian ini juga sering dijuluki sebagai tari kalangenan para menak, atau tari hiburan bagi kaum menak. ...  more

Topeng Panji – Tari

Tari topeng ini berkarakter halus. Ditampilkan pada kesempatan pertama. Menurut mereka, Panji berasal dari kata siji (satu, atau pertama), mapan sing siji (percaya kepada Yang Satu). Gerak tarinya senantiasa kecil dan lembut, minimalis dan lebih banyak diam. ...  more

Tri Tangtu – Filosofi Adat

Tri artinya tiga, tangtu (bhs. Sunda) artinya pasti atau tentu. Tangtu, diperkirakan berasal dari bahasa Sansakerta, yakni tan yang berarti jaring labah-labah dan tantu yang artinya benang atau ikatan. Tri tangtu, pikukuh tilu, atau hukum tilu, adalah sebuah konsep atau gagasan berpikir filosofis yang rasionalitasnya digunakan untuk menjaga keselarasan dalam berkehidupan, baik secara vertikal maupun horizontal. ...  more

Topeng Rumyang – Tari

Di kalangan dalang topeng Cirebon, kata Rumyang dianggap berasal dari kata ramyang-ramyang, yang artinya mulai terang, yakni suatu perubahan alam dari malam hari ke siang hari, atau sebaliknya. Ramyang-ramyang identik dengan suasana carangcang tihang (Sunda) yakni saat fajar mulai menyingsing. ...  more

Topeng Priangan – Tari

Istilah Topeng Priangan dimaksudkan untuk menyebut jenis tari topeng di luar Cirebon. Istilah ini muncul belakangan setelah kehidupan tari di daerah ini banyak dipengaruhi oleh tari-tarian topeng Cirebon. Istilahnya diperkirakan muncul setelah kemerdekaan Indonesia, yakni setelah para koreografer tari Sunda, terutama Tjetje Somantri, membuat beberapa tari topeng yang bersumber dari tari topeng Cirebon. ...  more

Tjetje Somantri

Tjetje Somantri adalah seorang tokoh tari Sunda yang sangat penting dalam khasanah tari Sunda. Nama lengkapnya adalah R. Rusdi Somantri, yang kemudian dipanggil dengan nama Tjetje. Lahir di Wanayasa, Purwakarta 1892 dari pasangan R. Somantri Kusumah dan Ny. R. Siti Munigar. ...  more

Tembang Sunda

Tembang Sunda, atau mamaos adalah nyanyian yang diiringi kacapi, suling, dan atau rebab. Seni vokal ini kemudian hanya disebut Cianjuran saja, suatu sebutan yang sekaligus merujuk pada asal mula seni tersebut. Istilah Cianjuran dikukuhkan sekitar tahun 30-an dalam sebuah musyawarah Tembang Sunda se-Pasundan. ...  more

Tarling – Musik

Kata Tarling adalah akronim dari gitar dan suling. Kesenian ini berkembang di wilayah pesisir Utara Jawa Barat, terutama di Cirebon dan Indramayu. Dalam perkembangannya, Tarling kemudian dilengkapi dengan alat musik lainnya, seperti: dua buah gitar, kendang, ketuk, kecrek, dan keyboard. ...  more

Topeng Pamindo – Samba Abang - Tari

Kata Pamindo, di kalangan seniman topeng, berasal dari kata mindo, artinya kedua. Kata kedua, sangat berkaitan dengan urutan penyajian topeng Cirebon itu sendiri, yang artinya penampilan kedua. Karakter tarinya genit atau ganjen (Cirebon), sama dengan karakter Samba dalam wayang. ...  more

Topeng Klana – Tari

Tari topeng Klana adalah gambaran seseorang yang bertabiat buruk, serakah, penuh amarah dan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, namun tarinya justru paling banyak disenangi oleh penonton. Sebagian dari gerak tarinya menggambarkan seseorang yang tengah marah, mabuk, gandrung, tertawa terbahak-bahak, dan sebagainya. ...  more

Topeng Hajatan/Dinaan

Pertunjukan topeng hajatan sering juga disebut topeng dinaan (pertunjukan sehari suntuk). Istilah topeng hajatan diperuntukkan bagi pertunjukan topeng yang penyajiannya dilaksanakan dalam acara kenduri misalnya perkawinan, khitanan, dan sebagainya. ...  more

Tari Wayang

Tari wayang adalah tarian yang sumber penciptaannya berdasarkan cerita wayang. Kelahiran tari wayang dilatarbelakangi oleh kondisi pertumbuhan Wayang Wong Priangan, yang pada masa jayanya mulai dikembangkan dan dimanfaatkan oleh para kreator tari menjadi tari-tarian lepas. ...  more

Topeng Dalam Upacara Adat Tradisional

Hampir di sebagian daerah di Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, setiap setahun sekali dan pada bulan-bulan tertentu (antara bulan Mei, Juli, September, Oktober, dan Nopember) masyarakat masih tetap mengadakan upacara-upacara adat seperti ngunjung, mapag sri, bersih desa, sedekah bumi, ngarot, dan sebagainya. ...  more

Tutunggulan

Tutunggulan atau di Jawa Tengah disebut Gejlok Lesung adalah seni tetabuhan yang alatnya terdiri atas alu dan lesung (halu, lisung, Sunda). Alu adalah alat untuk menumbuk padi yang terbuat dari sebatang kayu sebesar genggaman orang dewasa yang permukaannya dihaluskan, ...  more