Info

Judul : Topeng Cirebon - Peta Kehidupan

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Topeng Cirebon - Peta Kehidupan

- Wed, Jun 13 2012 15:27:16

Bahwa yang disebut topeng Cirebon, sesungguhnya tidak bisa dibatasi oleh wilayah administratif kabupaten/kota Cirebon saja. Keberadaannya bisa melampaui batas administratif suatu pemerintahan. Oleh sebab itu, peta pemerintahan (geo politik) tidak bisa serta-merta dijadikan sebagai peta seni-budaya. Apalagi jika mengingat bahwa seni-budaya itu bersifat cair. Keberadaannya tidak hanya di suatu tempat atau wilayah tertentu, akan tetapi bisa berada di tempat/wilayah lain. Topeng Cirebon adalah salah satu contoh yang keberadaannya seperti tersebut tadi. Jika dipetakan, maka ia berada di wilayah-wilayah sebagai berikut:

Bagian timur, ada di dua tempat yakni di daerah Losari Barat dan di daerah Beber (Ciledug) yang berbatasan dengan daerah Kuningan. Di Losari tokohnya yang terkenal adalah Dewi dan Sawitri (almh.). Grup topengnya dinamai Purwa Kencana. Para cucu yang kini mewarisi keahlian kedua tokoh tadi, antara lain Taningsih, Nur Anani, Kartini, Srinarti, Warsono, dan Susana. Sedangkan di daerah Beber tokohnya adalah Tengwi.

Bagian barat, ada di daerah Slangit, Kreo, Kalianyar, dan Gegesik. Topeng di daerah Palimanan yang para tokohnya adalah semua keturunan Wentar kini tinggal kenangan. Yang ada kini adalah Tursini anaknya Suji yang boleh dikatakan tak aktif lagi sebagai dalang. Beberapa keturunan dalang topeng dari daerah ini berada di wilayah Majalengka. Sukarta, yang kini tinggal di Desa Bongas, bisa disebutkan sebagai salah seorang yang mewarisi gaya topeng Palimanan, sebab ia masih mempunyai garis keturunan dengan Wentar.

Di daerah Slangit dalang-dalang topeng yang terkenal seluruhnya keturunan Arja. Ia mempunyai anak sembilan orang dan hampir seluruhnya menjadi seniman topeng (sebagai dalang atau nayaga) kecuali seorang yakni Durman (alm) tidak menjadi seniman. Suteja, Suparta, Sujaya (semua alm.) pada masanya adalah dalang-dalang topeng yang sangat ternama. Keni adalah satu-satunya keturunan Arja yang kini masih aktif. Di samping itu, sebenarnya masih ada lagi dalang-dalang lainnya seperti Miah, Maskeni, Karmina, juga beberapa orang dalang muda seperti Wiyono, Nunung Nurasih, Oliah, Iin, dan Turini.

Di daerah Kreo dulu dikenal dalang topeng Tarmi (almh.). Kini tinggallah Tumus, yang kini lebih sering menjadi nayaga dalang topeng Keni Arja sebagai penabuh saron penimbal.

Di Kalianyar terdapat beberapa dalang topeng. Sutini misalnya, namun karena usianya yang sudah tua, kini ia sudah ‘pensiun’. Kasniri adalah satu-satunya dalang topeng di Kalianyar yang kini masih aktif.

Di Gegesik juga terdapat banyak dalang topeng. Selain dari keturunan Mutinah juga dari keturunan Jublag, dan Lesek. Dari keturunan Mutinah adalah Juniah. Sedangkan dari keturunan Lesek, adalah Sumarni, dan dari keturunan Jublag adalah Baerni dan Baedah. Dua-duanya kini masih aktif walaupun sudah sangat jarang ditanggap masyarakat. Baerni kini pindah ke daerah Pagaden, Kabupaten Subang mengikuti suaminya yang bekerja sebagai guru SMP. Sedangkan Baedah pindah ke Kota Cirebon, juga mengikuti suaminya.

Di daerah Gujeg seperti juga di daerah Palimanan dan Kreo. Dalang-dalang itu hanyalah tinggal nama. Sepeninggal dalang Noglo, kini tak terdengar lagi adanya dalang topeng.

Di sebagian kecil daerah Majalengka, terutama bagian daerah yang berbatasan dekat dengan Cirebon dan Indramayu, terdapat beberapa dalang topeng. Sebagian dari mereka adalah dalang topeng keturunan Saca, anak Wentar. Sukarta adalah salah satunya, yang kini tinggal di Desa Bongas-Jatiwangi. Sebagian dalang topeng berada di daerah Beber-Ligung dan di daerah Lengkong-Bantarwangi dengan tokohnya Raniti.

Seperti juga di Cirebon, di Indramayu, topeng banyak dijumpai di berbagai wilayah. Khasanahnya walaupun tak semarak dan sebanyak di Cirebon, namun cukup memberikan arti bagi kehidupan dan perkembangan topeng itu sendiri.

Di Indramayu topeng dapat kita jumpai di daerah Kertasemaya, Tambi Kidul-Sliyeg, Pekandangan, Cibereng, dan Juntinyuat. Di Kertasemaya dalangnya yang terkenal adalah Nargi. Di Sliyeg-Tambi Kidul, dengan dalang Wangi Indriya dan Eti. Di Pekandangan dalang yang terkenal dan sangat baik ialah Rasinah (almh.). Ia mewariskan keahliannya pada anak dan cucunya, Wacih dan Aerli. Di Cibereng dalang yang cukup terkenal adalah Carpan. Sedangkan di Juntinyuat adalah Tumras.

Di daerah Subang, topeng hanya terdapat di desa Jati-Kecamatan Cipunagara dan di Desa Sembung-Kecamatan Pagaden. Semua dalang yang ada di daerah Cipunagara di Pagaden seluruhnya keturunan dari dalang Pangga. Carni atau sering juga disebut dengan Topeng Menor dan Ratem, adalah dua dalang topeng di daerah Cipunagara yang hingga kini masih aktif.