Info

Judul : Patih – Tumenggung - Kedok

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Patih – Tumenggung - Kedok

- Wed, Jun 13 2012 14:54:57

Kedok Tumenggung atau Patih selalu dicat dengan warna coklat atau merah jambu. Wanda kedoknya menyiratkan seseorang yang gagah, pemberani, dan berwibawa sesuai dengan karakternya yang juga gagah. Matanya agak melotot, dan disebut bentuk mata kedelen; kumisnya tebal dan biasanya terbuat dari rambut yang dikepang, atau kulit yang pada bagian ujungnya dibulatkan. Sunggingan janggutnya disebut dengan memulu.

Khusus untuk topeng gaya Losari, kedok Tumenggung dan Patih dibedakan. Kedok Tumenggung berwarna putih dengan matanya melotot, berjambang, dan berkumis. Sedangkan kedok Patih adalah kedok yang di daerah lainnya disebut dengan Tumenggung. Sepanjang yang diketahui saat ini, hanya topeng Losari-lah yang membedakan antara kedok Patih dan Tumenggung. Demikian pula tariannya. Sedangkan di daerah lain, antara kedok Patih dan Tumenggung tidak dibedakan. Menurut Kandeg, untuk membedakan kedua kedok tersebut dapat diamati dari bentuk kumisnya. Kumis pada kedok Patih memakai rambut sedangkan kumis kedok Tumenggung memakai kulit dan bentuknya capang (runcing). Wanda kedoknya juga bermacam-macam dan terdiri atas wanda: tatag, prekecil, pelor, dan mimis. Sedangkan kedok Tumenggung mempunyai tiga wanda, yakni slasi, drodos, dan sanggan.