Info

Judul : Panji - Kedok

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Panji - Kedok

- Wed, Jun 13 2012 14:54:08

Kedok topeng Panji berwarna putih. Karakternya halus (liyep, lenyep). Wajahnya tanpa ornamentasi yang rumit dan kelihatan polos. Sunggingan di matanya disebut wiji bonténg (biji ketimun) dan tatapannya liyep; pandangannya merunduk dan senyumnya dikulum. Raut wajahnya (wanda) menunjukkan seseorang yang alim. Jika ia bertutur kata, suaranya lirih dan lemah-lembut. Kedok ini, (dan sekaligus tariannya), menggambarkan seorang manusia yang baru lahir. Kedok tersebut sebanding dengan tokoh Arjuna, atau Rama dalam cerita wayang Purwa.

Anatominya mengikuti anatomi manusia. Masing-masing bagian wajah mempunyai ukurannya sendiri. Pembuat kedok tradisional, mengukur anatomi kedok dengan jejarinya, misalnya: bagian dahi selebar empat jari yang dirapatkan; jarak bagian mata dengan sesumpil selebar jari telunjuk; ukuran panjang hidung sepanjang ruas ibu jari yang ditekukkan; jarak antara lubang hidung dengan bibir atas selebar jari kelingking; lebar mulut sebesar jari telunjuk; dan lebar dagunya sebesar jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan.