Info

Judul : Panji - Cerita

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Panji - Cerita

- Wed, Jun 13 2012 14:53:15

Cerita Panji amat beragam, tersebar bukan hanya di Jawa Barat dan Melayu, tetapi juga di Asia Tenggara (Panji Kemboja). Menurut Poerbatjaraka, cerita Panji telah ditulis dalam bahasa Jawa Pertengahan sebelum atau sekitar tahun 1400, yakni pada zaman keemasan Majapahit. Naskah aslinya tidak ditemukan, tetapi “terjemahan” atasnya diperoleh dalam naskah Melayu, Panji Semirang. Cerita Panji telah ada pada masa itu, terbukti dari adanya relief zaman Majapahit tahun 1414 yang berisi bagian cerita Panji. Pendapat ini sesuai dengan berita Pararaton dan Nagarakertagama yang mengisukan raja Hayam Wuruk menari topeng (1350-1389). Jadi, cerita Panji telah ada sebelum tahun 1400, bahkan sebelum tahun 1350.

Panji adalah putra mahkota kerajaan Kediri yang ditunangkan dengan puteri raja Jenggala, Candrakirana. Pertunangan itu terancam gagal, karena Panji jatuh cinta kepada puteri Patih Kediri, Anggraeni. Tetapi kekasih Panji ini akhirnya dibunuh dan Candrakirana, yang merasa dikhianati, melarikan diri dari istana, menyamar dan mengembara. Kisah yang amat terkenal ini diisi dengan petualangan Panji mencari “kekasihnya” yang mirip dengan Candrakirana, tunangan resminya. Panji, menjadi pengelana dan berganti-ganti nama bahkan rupa (menyamar), misalnya dalam cerita Panji Kuda Narawangsa, ia berganti nama menjadi Kalana. Dalam cerita itu dikisahkan bahwa: Ketika mendengar kabar, bahwa Gegelang diduduki oleh musuh, ia merasa kasihan dan memutuskan untuk menolong kerajaan itu. Supaya tidak dikenal, dipakainya nama Kalana. Pada akhirnya mereka bertemu.

Kisah Panji-Candrakirana menggambarkan pola pemikiran purba Jawa tentang dualisme semesta, siang dan malam, matahari dan bulan. Dualisme ini merupakan pasangan oposisi yang sama-sama diperlukan dalam kehidupan manusia. Untuk mencapai harmoni dari kenyataan dualistik ini, yang berarti keselamatan dan kesejahteraan hidup, maka keduanya harus dipasangkan atau dikawinkan. Jadi Panji adalah lambang siang, matahari, lelaki; dan Candrakirana adalah lambang malam, bulan dan asas keperempuanan semesta.