Info

Judul : Pamindo dan Samba Abang - Kedok

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Pamindo dan Samba Abang - Kedok

- Wed, Jun 13 2012 14:51:21

Kedok Pamindo, atau sering juga disebut kedok Samba, pada umumnya berwarna putih, namun ada pula yang berwarna merah atau merah muda yang disebut dengan kedok Samba Abang. Kata Samba, adalah pinjaman dari nama tokoh wayang Purwa, yakni Samba Purwaganda, anaknya Prabu Kresna.

Dalam pertunjukan topeng Cirebon, kedok Pamindo ditarikan pada bagian kedua. Akan tetapi, khusus untuk kedok Samba Abang (dan sekaligus tariannya), hanya terdapat di daerah Indramayu dan Subang, yakni pada gaya tari topeng Rasinah dan topeng Menor. Di luar daerah Indramayu, kedok Samba Abang tidak pernah ditemukan. Karakternya genit atau lincah yang oleh orang Cirebon disebut ganjen. Di daerah Priangan (Bandung khususnya), kedok ini dicat dengan warna telur asin (endog prit) dan dipakai untuk tari topeng Kencanawungu. Di atas dahinya melengkung hiasan rambut dan di tengahnya terdapat hiasan yang disebut kembang tiban. Relung rambutnya disebut ukiran ukel gigir welut. Sedangkan pada bagian pipinya melingkar hiasan yang disebut pilis yang melingkar di antara ke dua pipinya.

Raut wajahnya menyiratkan orang yang penuh keriangan, kegembiraan. Matanya liyep, hidungnya sedikit mendongkak dan mulutnya menganga, seperti seseorang yang tengah tertawa. Dalam tarinya memang ada gerakan tertawa yang disebut dengan istilah gemuyu (Tertawa bhs. Jawa) dan biasanya dilakukan setelah penari mengenakan kedok.