Info

Judul : Kuda Laleya - Cerita Panji

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Kuda Laleya - Cerita Panji

- Wed, Jun 13 2012 14:42:38

Di Banjar Kemelaten, Panji Tambak Baya dan istrinya tengah bercengkrama. Dikatakan bahwa jika istrinya mengidam lagi, Panji disuruh ke Orawan. Panji pun berangkat karena hal tersebut merupakan suatu tugas.

             Di Orawan, ratu dan para dayang tengah menceritakan hilangnya Timbul Lautan, negara merasa aman. Namun ada lamaran dari raja Kesabrangan. Permintaan puteri, mau bertemu dengan Klana asal Panji Tambak Baya mau jadi pajangan pengantin. Kemudian datang Panji dan ratu berjanji, jika nanti puteri bertunangan, Panji menemani. Panji pun menyanggupinya dan ia terus ke luar karena ia merasa tengah kena guna-guna Nyi Aldalawardi. Ia terus menuju Gegelang.

             Di Gegelang, Nyi Aldalawardi yang sebenarnya adalah Nyi Permani, sangat mencintai Arjuna walaupun wujudnya kelong wewe namun maunya kepada puteri. Ketika ia mendengar Panji datang ia berganti wujud menjadi Nyi Aldalawardi dan ia merasa amat gembira serta Panji tidak ingat lagi kepada istri dan tugas-tugasnya.

             Dikisahkan di Banjar kemelaten, dewi Sekartaji sudah melahirkan dan anak sudah besar. Anak tersebut diberi nama Kuda Leleya. Kemudian Rd. Perbatasari ingat kepada ayah anak tersebut, terus ia permisi untuk memasrahkan anak tersebut kepada Panji dan pawongan Patrajaya untuk diasuh.

             Di gegelang, Panji tengah bersenang-senang, kemudian datang Perbatasari yang bermaksud untuk memertemukan anaknya. Nyi Aldalawardi masuk ke dalam keraton, Panji kemudian merangkul anaknya.

             Nyi Aldalawardi yang berada di kamar tengah menghafal ilmu agar Panji membenci anaknya sendiri. Kemudian Panji seperti tak sadar dan ketiga tamu diusirnya sehingga meraka lari dan pergi menuju Gegelang.

             Di Orawan, puteri tengah menunggu kedatangan Perbatasari dan ketika ia datang, Perbatasari menceritakan apa yang terjadi di Gegelang. Lalu Candrakirana pergi menuju Gegelang dan amat marah kepada tingkah laku Aldalawardi. Setibanya di Gegelang, Candrakirana langsung menemui Panji dan Aldalawardi, ia kemudian menjambak rambut Panji sehingga Panji ampun. Panji kemudian kembali ke Jenggala.

             Di Banjar Kemelaten, Dewi Sekartaji tengah berbincang dengan Dewi Ragil Rajauju yang tengah bersimpati terhadap adiknya Perbatasari. Perbatasari mengaku bahwa kakak Panji sudah tidak mengaku saudara lagi malah ia disiksa. Anak itu kemudian diberikan kepada Dewi Ragil sedangkan Sekartaji dan Perbatasari pergi untuk menyamar.

             Panji kemudian datang dan bertanya kepada Dewi Ragil, ke mana Sekartaji dan Perbatasari. Dewi Ragil menjawab, bahwa semua pergi bahkan juga pawongan. Panji kemudian menitipkan anaknya untuk dijaga Dewi Ragil dan ia memberi nama anak tersebut dengan Raden Gagak Pernala. Panji kemudian pergi untuk mencari istrinya.

             Diceritakan bahwa Dewi Sekartaji dan adiknya Perbatasari berada di kampung Pasewakan. Perbatasari menyamar jadi Nyi Randa bernama Musajem. Sekartaji menyamar menjadi Dewi Laraketuwon. Sedangkan Tembem disuruh pergi.

             Panji terus mencari istrinya, namun ia tidak menemukannya. Ia kemudian menyamar menjadi orang jelek. Tembem menyamar menjadi Nyi Randa Miskin. Sedangkan Palasentika dan Nilaperbangsa menyamar menjadi pajangan Bangsal Kencana dan menjadi leluhur Lawon Bumi dan Sarung Trondol.