Info

Judul : Kentol Astranurhuda - Cerita Panji

Penulis :

Pustaka :

Sumber :

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Kentol Astranurhuda - Cerita Panji

- Wed, Jun 13 2012 14:35:17

            Di negara Orawan, Prabu Lembu Miluhur akan menikahkan Candrakirana dengan Klana. Kili disuruh mengantarkan undangan ke negara Jenggala dan Banjar Kemelaten. Sementara itu, di negara Jenggala, Panji Tambak Baya dan Palasentika, baru saja mendapat undangan. Tambak Baya mengetahui bahwa Candrakirana itu hanya mencintai Rd. Kentol Astrawiguna. Kemudian Dewi Ragil Rajauju disuruh untuk mendampingi serta mengawasi Rd. Kentol, sedangkan Tambak Baya, Palasentika dan Nilaperbangsa pergi ke Orawan untuk memenuhi undangan ratu. Rd. Kentol pun mengerti bahwa ia sebenarnya tengah diawasi oleh Dewi Ragil dan ketika Dewi Ragil teledor, Rd. Kentol pun pergi ke Orawan. Diceritakan, di negara Banjar Kemelaten, Sekartaji dan adiknya Rd. Pagutan, juga baru saja menerima undangan. Ia pun pergi ke Orawan.

             Dikisahkan selanjutnya, bahwa ratu Orawan berjanji kepada Klana, jika nanti sudah sah kawin dengan Candrakirana, ia akan diberi kekuasaan. Tentu saja Klana merasa senang dan juga para tamu undangan yang semuanya sudah pada datang. Klana pun disuruh masuk ke dalam untuk melihat keadaan keputren.

             Di dalam keputren, Candrakirana dan para emban tengah berbincang-bincang, bahwa sebenarnya puteri tidak menyukai Klana. Ia hanya terungat kepada Rd. Kentol. Tiba-tiba Rd. Kentol datang menemui puteri Candrakirana. Pertemuan tersebut diketahui Klana, dan akhirnya Klana marah. Rd.Kentol ditubruk, namun ia bisa melepaskan diri dan lari ke belakang keputren. Klana mengejarnya sambil meneriaki Rd. Kentol maling. Klana mendatangi Nilaperbangsa dan mengatakan bahwa ada maling dikeputren. Karena Nilaperbangsa tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, akhirnya ia pun ikut mengejar maling tersebut. Namun setelah diamati, ternyata maling tersebut adalah adiknya sendiri. Supaya ia selamat dari amarah Klana, Nilaperbangsa menyuruh Rd. Kentol melarikan diri ke luar keraton. Ketika Klana menanyakan keberadaan maling kepada Nilaperbangsa, ia menjawab bahwa maling melarikan diri dengan meloncati pagar. Klana merasa tidak percaya, ia pun terus mengejar sampai ke luar keraton.

             Sementara itu, Pagutan dan pawongan, Tembem sedang berjalan menuju negara Orawan. Di perbatasan, mereka bertemu dengan Klana yang tengah mengejar Rd. Kentol. Pagutan disandera oleh Klana, karena mengira mereka adalah maling. Tembem pun lari ketakutan. Pagutan dibawa ke negara Orawan dan Klana merasa senang telah berhasil menangkap maling. Di Banjar Kemelaten, Sekartaji mendapat laporan dari pawongan Tembem, bahwa Pagutan diringkus oleh Klana. Sekartaji kaget dan ia pun pergi ke Orawan.

             Di negara Orawan, Klana Bandopati menuduh Pagutan sebagai maling. Palasentika memberi saran, agar Pagutan rantenya dilepas, namun ditolak oleh Klana. Palasentika memaksa melepas rante dan Klana pun dipukulnya. Klana terjatuh dan ia marah sekali kepada Pagutan. Terjadilah peperangan sengit. Klana dipanah dan akhirnya ia kabur, pulang ke negaranya.

             Di negara Orawan, Tambak Baya bertemu dengan Dewi Sekartaji. Pagutan berganti nama menjadi Rd. Prabatasari, kemudian ia pun disuruh pulang ke negara Banjar Kemelaten. Rd. Kentol akhirnya dipertemukan kembali dengan Dewi Candrakirana, dan akhirnya mereka pun menikah.