Info

Judul : Puncak Manik

Penulis : Toto Amsar Suanda

Pustaka : -

Sumber : -

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Puncak Manik

- Thu, Feb 21 2013 11:48:03


Puncak manik adalah nasi tumpeng berbentuk kerucut yang di ujungnya disimpan telur ayam. Nasi ini termasuk salah satu sasajen (sesaji), dan biasanya diperuntukan bagi keperluan ritual adat, baik yang diselenggarakan secara komunal maupun individual. Sebagai sesaji, puncak manik biasanya disimpan pada sebuah wadah khusus, baskom, cempeh, atau niru, dan disatukan dengan jenis makanan lainnya.

Puncak manik adalah simbol dari cita-cita manusia. Semua insan sebagai manusia ingin mendapatkan keberhasilan sampai pada puncaknya, sampai pada masa keemasan dalam segala sesuatu potensi yang sedang dijalani dalam hidup ini.

Tumpeng nasi yang berbentuk kerucut dimaksudkan untuk menyertakan lambang asas linggaisme. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada banyak orang tentang sangkan paraning dumadi, yakni tentang asal-usul dan akhir kehidupan manusia.

Sedangkan tumpeng menggambarkan kehendak dan cita-cita yang enak dalam pengertian kesejahteraan jasmani dan kebahagiaan rohani. Cita-cita senantiasa harus mawas diri, memperhitungkan daya lebih dari kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya. Cita-cita haruslah merupakan yang pantas dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yaitu dalam usaha meningkatkan hubungan manusia dengan alam dan lingkungan, manusia dengan manusia lain, maupun dirinya sendiri sesuai dengan berkat hidup dan kehidupan.