Info

Judul : Pandawa

Penulis : Toto Amsar Suanda

Pustaka : Akbar Kaflola. 2010. Mengenal Tokoh Wayang Mahabharata. Cakrawala. Jakarta. Wiwien Widyaw

Sumber : -

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Pandawa

- Thu, Feb 21 2013 11:39:29


Pandawa adalah sebutan untuk sejumlah tokoh pewayangan keturunan Pandu. Pandawa artinya keluarga Pandu yang terdiri atas lima orang tokoh, yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Oleh sebab itu, keluarga Pandu seringkali disebut dengan Pandawa. Pandu adalah anak kedua dari tiga bersaudara, yaitu Dretarasta (Dasarata) dan Widura.

Dalam pewayangan Sunda disebut Pandawa Lima. Istilah Pandawa artinya sama dengan keturunan (putra) Pandu atau darah Pandu. Sama dengan sebutan Kurawa yakni darah Kuru; Yadawa darah Yadu; Purawa darah Puru.

Dalam cerita Mahabharata, kelima orang anak Pandu itu lahir dua orang dari dua orang ibu, Dewi Kunti dan Dewi Madrim (Madri). Dewi Kunti melahirkan Yudistira, Bima, dan Arjuna, sedangkan Madrim melahirkan anak kembar, Nakula dan Sadewa. Masing-masing anak yang lahir mempunyai kisah tersendiri, misalnya Yudistira. Ia adalah anak pemberian Dewa Dharma, yang diundang Kunti melalui mantra atau Aji Adityahredaya karena Pandu mendapat kutukan Resi Kindama yang dibunuhnya ketika tengah bersenggama dalam wujud rusa. Demikian pula Pandawa yang lainnya mempunyai kisah kelahiran yang terkait dengan para Dewata. Bima dengan Dewa Bayu, Arjuna dengan Dewa Indra, Nakula dan Sadewa dengan kembaran Dewa Aswin.

Dalam kitab Mahabharata, Pandawa mengalami berbagai macam cobaan yang sangat pahit. Puncaknya terjadi ketika mereka dibuang ke hutan selama 12 tahun karena kalah main dadu dan setahun masa penyamaran. Kekalahan itu diakibatkan oleh kelicikan Patih Sangkuni.

Setelah masa pengasingan di hutan dan setahun penyamaran, Pandawa kembali mengambil alih kerajaan Astina, Akan tetapi, Duryodana yang bersifat jahat itu tidak mau menyerahkan tampuk kekuasaan itu kepada Pandawa. Prabu Kresna yang menjadi misi damai berusaha berkali-kali untuk membujuk Duryodana agar menepati janjinya, namun tetap gagal. Tentu saja Pandawa kehabisan kesabarannya, sampai akhirnya terjadilah perang Bharatayudha, yakni perang antara keturunan Bharata.