Info

Judul : Kinanti

Penulis : Toto Amsar Suanda

Pustaka : -

Sumber : -

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Kinanti

- Tue, Feb 19 2013 14:07:06

Kinanti adalah salah satu pupuh dari 17 pupuh. Seperti juga pupuh lainnya, syair pupuh kinanti mempunyai ketentuan khusus yang diatur berdasarkan jumlah baris yang disebut padalisan. Panjang setiap baris diatur berdasarkan jumlah suku kata yang disebut guru wilangan, demikian pula huruf hidup di setiap ujung kata ditentukan konsonannya secara baku dengan sebutan guru lagu. Guru lagu adalah bunyi akhir dari baris syair. Ketetuan tersebut merupakan pakem yang harus dipatuhi. Perhatikan pakem Kinanti dalam tabel berikut:

 

No

Padalisan 

Guru Wilangan

Guru Lagu

1.

Kesatu

8 suku kata

i

2.

Kedua

8 suku kata

a

3.

Ketiga

8 suku kata

é atau o

4.

Keempat

8 suku kata

a

5.

Kelima

7 suku kata

a

6.

Keenam

8 suku kata

u

7.

Ketujuh

8 suku kata

a

 

Contoh pupuh Kinanti berikut ini diambil dari Pandawa Ngadeg Raja karya R. Memed Sastrahadiprawira dalam Wawacan Mahabharata:

 

Beja geus nyebar sumawur

ka nagri Astinapuri

yen Pandawa waraluya

teu tulus nemahan pati

teu tigebrus kana burang

pitapak Patih Sakuni

 

Berita sudah menyebar

ke negeri Astinapuri

bahwa Pandawa selamat

tidak jadi bunuh diri

tidak terjerumus pada ranjau

tipudaya Patih Sakuni

 

Pupuh Kinanti yang paling terkenal dan sering dijadikan bahan ajar di sekolah-sekolah dasar, adalah pupuh yang menggambarkan seekor kelelawar tengah mencari buah-buahan yang rasanya manis. Kelelawar diibaratkan sebagai anak kecil yang terbang di malam hari. Berputar-putar mencari bebuahan, apapun yang ditemukannya ia makan.

 

Budak leutik bisa ngapung

babaku ngapung ti peuting

nguriling kakalayangan

neangan nu amis-amis

sarupaning bubuahan

naon bae nu kapanggih