Info

Judul : Domyak

Penulis : Toto Amsar Suanda

Pustaka : -

Sumber : -

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Domyak

- Wed, Mar 06 2013 13:02:24

 

Domyak, adalah akronim atau kirata basa, artinya ari dur ari rampayak. Dur adalah bunyi bedug dari salah satu waditra musik pengiring kesenian ini. Rampayak artinya menari. Jadi, ketika ada suara dur dari bedug itu (pemain) langsung menari. Demikian, arti domyak menurut Didi, salah seorang pemain Domyak dari Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.

Seni Domyak terkait dengan ritus meminta hujan. Inti ritus ini adalah ngibakan ucing (memandikan kucing) yang terlebih dahulu dimulai dengan arak-arakan keliling kampung. Kucing dimasukkan ke dalam kurungan yang disebut dongdang ucing dan tandu oleh dua orang. Arak-arakan diiringi dengan tetabuhan seperti angklung, dogdog, bedug, kendang, goong, dan sebagainya. Mereka kemudian menuju ke suatu mata air dan kemudian melaksanaka ritual Ngibakan Ucing tadi.

Ritual dimulai dengan mupuhun, yang dipimpin oleh seorang peminpin upacara yang disebut Pangasuh (pengasuh). Mupuhun adalah semacam uluk salam, atau dalam peribahasa Sunda dikatakan sebagai mipit kudu amit, ngala kudu menta (meminta izin terlebih dahulu), yang bermakna bahwa jika sesuatu yang akan dilakukan itu haruslah diawali dengan meminta izin dan memohon berkah keselamatan dari Yang Maha Kuasa. Setelah mupuhun dilaksanakan, pangasuh menyuruh seseorang untuk melantunkan kidung beberapa bait, dan setelah selesai kidung, maka kucing yang ada di dalam sebuah kurungan itu diguyur air, yang disebut dengan ngibakan ucing (memandikan kucing). Ngibakan ucing mempunyai makna, bahwa kucing tidak pernah mandi dan hal ini adalah sebuah pepatah, bahwa manusialah yang sebaiknya mandi, membersihkan diri. Itulah inti dari seni domyak.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyajikan sebuah tarian pencak silat yang disebut dengan wawayangan dan bermacam-macam atraksi seperti bebelokan, babagongan, séséroan, kukudaan, momonyétan, debus, sulap, dan lain-lain.