Info

Judul : Dobul Kolbu Gugur

Penulis : -

Pustaka : Diterjemahkan dari basa Sunda ke Bhs. Indonesia oleh Toto Amsar Suanda dari cerita Dobul Kolbu Gugur

Sumber : -

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Dobul Kolbu Gugur

- Tue, Feb 19 2013 13:22:02

Di negara Puseur Bumi, Sri Baginda Amir Hamzah menerima laporan bahwa Raja Aspahan telah tiada. Amir Hamzah sangat kaget dan marah karena kejadian tersebut di luar perintahnya.Ia kemudian bertanya, siapa yang melakukan hla tersebut. Dipati Umar Maya mengaku, dan Amir Hamzah segera mengusir Umar Maya dan Umar Madi bersama Lamsijan. Sepeninggal mereka datanglah Patih Dobul Hinjir yang diutus Prabu Dobul Kolbu dari negara Tablak Kencana yang bermaksud agar Sri Baginda Amir Hamzah dan semua abdi dalemnya manut kepada Prabu Dobul Kolbu. Tentu saja Amir Hamzah menolak sampai akhirnya terjadi peperangan, Akan tetapi semua tidak ada yang bisa mengalahkan utusan tersebut dan Amir Hamzah dimasukkan ke dalam Kantong Hikmat untuk kemudian diberikan kepada Prabu Dobul Kolbu. Selanjutnya Amir Hamzah dimasukkan ke dalam kawah yang sedang bergolak.

Umar Maya, Umar Madi, dan Lamsijan yang terlantar karena diusir, mendengar bahwa ada negara Tablak Kencana yang dipimpin Raja Dobul Kolbu, Mereka kemudian menuju negara tersebut dan setibanya di kerajaan tersebut mereka masuk dengan menggunakan aji kesaktian agar tidak ada yang bisa melihat. Mereka pun masuk ke dalam keraton yang pada waktu itu Prabu Dobul Kolbu tengah menerima tamu Raja Nirman dari negara Madayin.

Di dalam kerajaan, Prabu Dobul Kolbu yang tengah disertai Raja Nirman, tengah bercengkrama. Raja Nirman sangat memuji Prabu Dobul Kolbu karena ia dipandang sangat sakti, sehingga apapun yang diucapkan dan yang diinginkannya pasti dikabul. Tentu saja Prabu Dobul Kolbu sangat gembira mendengar pujian Raja Nirman tersebut.

Umar Maya, Umar Madi, dan Lamsijan, yang mendengarkan perbincangan kedua raja tersebut, berunding, bahwa jika raja meludah maka mereka yang harus menjelma menjadi jadi-jadiannya. Pada saat itu, Prabu Dobul Kolbu mendadak ingin meludah, dan ketika ia meludah, maka dengan sekejap ludah prabu tersebut menjadi Umar Maya, Umar Madi, dan Lamsijan. Prabu Dobul Kolbu sangat senang melihat kejadian tersebut, begitu pun semua yang menyaksikan kejadian tersebut. Semua yang menyaksikan semakin yakin bahwa Prabu Dobul Kolbu benar-benar sakti mandraguna dan sangat kuasa. Akhirnya ketiga orang jadi-jadian itu dijadikan anak angkat oleh Prabu Dobul Kolbu dan mereka ditugaskan untuk menjaga kawah.

Selanjutnya, mereka bertiga pergi untuk menjaga kawah. Akan tetapi sesampainya di pinggir kawah, mereka sangat kaget karena di dalam kawah ada Amir Hamzah yang tiada lain adalah adik mereka. Amir Hamzah menjerit-jerit kepanasan dan memanggil-manggil nama Umar Maya. Atas segala kesaktian Umar Maya, kawah kemudian dimantrai dan seketika menjadi dingin. Tentu saja Amir Hamzah merasa kaget karena kawah tiba-tiba menjadi dingin. Ia kemudian mendengar suara dari atas kawah yang menantang perang sambil menghinanya. Amir Hamzah tersulut nafsunya, kemudian ia meloncat dari dalam kawah menuju suara yang menantangnya.

Umar Maya, Umar Madi, serta Amir Hamzah kemudian masuk ke dalam keraton dan terjadilah peperangan dengan Prabu Dobul Kolbu. Amir Hamzah berperang dengan Prabu Dobul Kolbu, sedangkan Umar Maya dengan Patih Dobul Hijir. Akhirnya Prabu Dobul Kolbu dapat dikalahkan, begitu pula Patih Dobul Hijir. Amir Hamzah kemudian merasa kaget, bahwa yang membantunya ternyata adalah kakaknya, Umar Maya dan Umar Madi bersama Lamsijan. Mereka kemudian sangat gembira terus saling berangkulan dan saling memaafkan atas kesalahan yang telah diperbuatnya. Mereka pun akhirnya pulang ke Negara Puseur Bumi.