Info

Judul : Dangdanggula

Penulis : Toto Amsar Suanda

Pustaka : -

Sumber : -

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Dangdanggula

- Mon, Feb 25 2013 13:48:06

Salah satu dari 17 pupuh adalah Dangdanggula. Seperti juga pupuh-pupuh yang lainnya, pupuh ini pun mempunyai aturan yang baku yang menyangkut padalisan (jumlah baris), guru lagu (huruf hidup di ujung kata), dan guru wilangan (jumlah suku kata). Pupuh Dangdanggula terdiri atas 10 baris (padalisan) dan masing-masing baris diikat oleh jumlah suku kata dan bunyi hurup hidup di ujung masing-masing suku kata. Rumus dari setiap baris itu dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

 

No

Padalisan 

Guru Wilangan

Guru Lagu

1.     

Kesatu

10 suku kata

i

2.

Kedua

10 suku kata

a

3.

Ketiga

8 suku kata

é atau o

4.

Keempat

7 suku kata

u

5.

Kelima

8 suku kata

i

6.

Keenam

7 suku kata

a

7.

Ketujuh

6 suku kata

u

8.

Kedelapan

8 suku kata

a

9.

Kesembilan

12 suku kata

i

10.

Kesepuluh

7 suku kata

a

 

Seperti juga pupuh yang lainnya, Dangdanggula juga seringkali dipakai untuk mengungkapkan berbagai suasana, baik sebagai pupuh yang berdiri sendiri maupun dalam ungkapan suatu cerita, wawacan, bujangga, dan beluk, umpamanya. Di bawah ini bisa disimak contoh pupuh dimaksud yang diambil dari cerita Mahabharata bagian Pandawa Papa.

Geus sumebar ka mana ka mendi
      beja rek aya saembara
      omong harus batan goong
      mawur ka lembur-lembur
      leuwih gancang ti batan angin
      kitu carek babasan
      para raja merul
      satria para pandita
      nu kabita ku Drupadi putri geulis
      sarumping ka Pancala

(Sudah menyebar ke mana-mana
      berita adanya sayembara (pertandingan)
      lebih nyaring daripada bunyi gong
      sampai ke pelosok-pelosok
      lebih cepat dari tiupan angin
      begitu menurut peribahasa
      para raja berdatangan
      satria dan pandita
      yang tergiur oleh kecantikan Drupadi
      berdatangan ke Pancala)