Info

Judul : Cako dan Pelisir

Penulis : Toto Amsar Suanda

Pustaka : -

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

 

A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z

Cako dan Pelisir

- Mon, Feb 25 2013 15:44:02

 Cako atau ada juga yang menyebut pelisir, adalah hiasan panggung yang biasanya dipergunakan dalam pertunjukan topeng Cirebon. Jika pertunjukan topeng itu panggungnya berbentuk balandongan, hiasan tersebut biasanya dipajang dan dibentangkan di bagian depan-atas panggung, melintang di antara dua tiang panggung bagian depan. Akan tetapi jika pertunjukan itu dilakukan di sebuah gedung yang jarak satu sisi dengan sisi lainnya berjauhan, maka cako biasanya dibentangkan di antara dua tiang yang dibuat secara khusus.

Cako terbuat dari selembar kain (belacu atau beludru) yang panjangnya bermacam-macam. Ada yang hanya 1,5 m, 3 m, dan ada pula yang sampai 4 m. Lebarnya sekitar 40 cm. Bagian bawahnya biasanya dibuat agak meruncing, mirip dengan segi tiga terbalik. Pada bentangan kain terdapat berbagai ragam hias tempelan dari macam-macam kain perca, bulatan-bulatan kaca cermin, rumbe-rumbe, dan lain-lain.

Di bawah bentangan cako, terdapat berbagai macam makanan, minuman, buah-buahan, dan lain-lain yang digantungkan. Benda-benda itulah yang disebut gantungan.